Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

"Maret Untukku"

Aku yang sekarng lebih sering mengenag Suka menertawakan diri sendiri saat Aku mulai pandai melupakan Ternyata Maret itu masih ada Dan akan selalu berulang setiap tahunnya Ternyata hari itu terus berjalan Ternyata hati itu sudah menemukan titik nyaman Huh... Aku diam sajalah Rayuku sudah tidak pantas lagi untuknya Perhatianku sudah tidak layak lagi kuberikan untuk Dia Dia sudah bahagia Dia sudah ada yg merayu Sedang aku,  Aku masih berjuang demi mimpiku,  demi orang tuaku, demi diriku,  demi masa depanku,  Dan demi rumahku Tempat berlari saat Maret untukku sudah selesai...

"RAGU"

Kau bertanya dengan rasa ragu Seberapa besar cintaku padamu ? Akan selalu kujawab semua keraguanmu Kan kubuktikan semuanya padamu Tak perlu kau ragu lagi Cukup jalani dan rasakan Cukup kau disampingku Sempurnakan langkahku Tuk menyusuri waktu Cukup kau disampingku berjalan bersamaku Pasti kau Kan bahagia Kau bertanya

"MANTAN"

Saya ngak habis pikir Kenapa manusia sangat benci mantan padahal... Orang yg iya benci hari ini dulu adalah orang yg dia cintai mati-matian Adalah orang yg ia agungkan bagai dewa Adalah orang yg Dia puji berlebihan Adalah orang yg pernah mebuat Dia bahagia Bahkan.. Dia pernah merasa menjadi orang yg paling beruntung didunia ini, Dan semua itu Karen mantan Sosok hari ini yg sangat ia benci Cobalah hentikan kebencian itu Sebab bencimu merusak dirimu sendiri Berdamailah dengan hati jangan marah lagi cukup lupakan Maafkan Dan pergi Dengn cara yg berkelas

''PERKENALKAN INI SAYA DAN BUKAN AKU''

Perkenalkan ini adalah saya dan bukan aku dengan sakit kronis sebab terkena tikaman yang tak kasat mata yang merangkul lalu menusuk dengan telinga menuli dan mata memejam dan hati lebam-lebam Mengapa? saya yang berdarah dia yang kamu rawat dengan cinta baiklah... tahun-tahun saya dan kamu sudah usai hancur bahkan kamu baik selama itu Tapi entah kenapa dimata ini penghianatan selalu menjijikan sengaja puisi ini tertulis SAYA karena aku terlalu akrab untuk kita yang terlanjur asing.

''WAKTU YANG TIDAK TEPAT''

''WAKTU YANG TIDAK TEPAT'' Pikiranku ingin berdamai dengan keadaan, namun hati tak pernah bisa disalahkan. rasa ini ada tanpa sebuah rencana, mengalir bersama begitulah adanya. tapi tunggu dulu. sepertinya ada yang salah dengan kataku. mengalir bersama? bersama siapa? aku sendiri tak tahu, apa kah kau merasakan hal yang sama? atau tidak? maaf. mungkin cuma perasaanku saja.

ANGIN RINDU

''ANGIN RINDU'' Hai angin... hari ini aku ingin sampaikan rinduku tapi bukan untuk dia melainkan untuk seseorang yang kelak akan mendampingiku dan menjagaku Hai angin.... tahuka engkau ? hembusanmu telah menyampu kenangan yang ada dimemoriku mungkin tidak semuannya... akan tetapi kenagan itulah yang akan membuatku menjadi lebih kuat yang mengajarkanku bahwa tak selamanya pahit itu menyedihakan.

HUJAN

''HUJAN'' Saat ku tatap hujan... seakan-akan aku terhipnotis olehnya mengikuti tetasannya yang berjatuhan satu persatu Hujan itu indah... setiap tetesannya memiliki banyak cerit tersirat banyak kenangan yang membawa kedamaian Hujan itu kuat... meskipun ia kadang tak diinginkan namun ia tetap datang memberikan kesejukan Tak ada yang sama seperti hujan meski ia telah jatuh berkali-kali namun ia tetap datang kembali.

SECANGKIR KOPI

''SECANGKIR KOPI'' Hidup ini seperti secangkir kopi... dimana pahit dan manis bertemu dalam kehangatan dan kopi mengajarkan kita tak selamanya yang hitam itu selalu kotor dan yang pahit itu tak selalu menyedihkan secangkir kopi hitam penuh banyak makna... yang mengingatkanku bahwa semanis apapun hidup, rasa pahit akan selalu ada Hidup itu seperti secangkir kopi.... kamu perlu tambahin gula, untuk membuatnya menjadi manis Jadilah seperti kopi... yang tetap dicintai, tanpa menyembunyika pahitnya diri.

SELEPAS PERGIMU

''SELEPAS PERGIMU'' selepas kepergianmu, jangan tanya apakah hidupku baik-baik saja tanpa dirimu tak ada yang lebih baik selain mencoba ikhlas, meski kenangan meghantam keras aku hanya sedang berusaha berdamai dengan diri sendiri mencoba meratapi hari-hari, dimana aku harus terbiasa tanpa dirimu merelakan semua yang dulu yang selalu kudapatkan kini harus lenyap dimakan kenyataan sekarang tak ada yang bisa kulakukan, selain menyimpan kenaganmu baik-baik didalam hati, membiarkanmu hidup didalm memori, agar teteap bisa kutemui bayanganmu setiap rindumu datang menghampiri...