Langsung ke konten utama

KARENA KITA SATU !!!



     Ada suatu masa kita bertanya apa itu namanya jatuh cinta dan seperti apa rasanay jatuh cinta?. Pertanyaan itu mungkin sering muncul dibenak kita, dan dari sekian banyak kejadian jatuh cinta itu menurut pandanganku adalah sesuatu yang menyangkut masalah hati dan perasaan diri kita. Ketika dua hal tersebut telah disatukan maka bisa jadi akan muncul perasaan tersebut dan apabila kita salah menempatkan hati kita maka kau harus siap menanggung akbiatnya sendiri, karena jatuh cinta itu diibaratkan suatu permainan yang rumit bisa membuat dirikita bahagia atupun terluka, oleh karena itu kau harus bisa memecahkannya dan keluar dari setiap permasalahannya jika tidak maka kau akan merasakan akibatnya.

     Apa kau pernah mendengar yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan, atau mungkin kau sendiri pernah merasakannya?. Mungkin cinta bertepuk sebelah tangan itu sangatlah menyakitkan namun bila itu yang harus kau rasakan demi kebahagiaan suatu hubungan antara kau dan dia maka kau harus menahan rasa itu sendirian.

     Ada tiga orang sahabat yang memiliki kepribadian yang unik-unik mereka berteman sejak duduk di bangku sekolah dasar meskipun tidak satu kelas, tetapi mereka selalu menghabiskan waktu bersama sampai mereka meranjak dewasa.

     Dan mereka adalah laras, arini, dan lisa.  Laras, dia adalah sesosok remaja yang sedikit tomboy, dengan paras yang cantik tak sedikit pria-pria yang menyukai dan mengaguminya, dia tinggal dengan kedua orang tuannya dan kakak perumpuannya yang bernama Ani, setiap hari sepulang sekolah ia selalu menghabiskan waktu degan teman-temannya. Hanya bercerita dan bercanda yang mereka lakukan setiap hari, namun itulah kebahagiaan yang mereka rasakan saat bersama-sama. Laras memiliki  sahabat yang sangat ia sayangi yaitu Lisa, dan arini. Mereka berteman sejak masih kecil tepatnya waktu Laras pindah dari bandung, merekalah yang selalu bersama Laras yang selalu mengerti isi hati Laras baik suka maupun duka, begitu juga sebaliknya.  Tak terasa waktu berputar begitu cepat hingga membuat tiga sahabat itu yang dulu masih bermain kejar-kejaran dan mandi di sungai bersama teman-teman yang lainnya dan menikmati masa-masa kecil itu yang dipenuhi tawa canda yang menyenagkan, kini mereka tumbuh menjadi remaja-remaja yang canti dan banyak dikagumi pria-pria. 

Setelah lulus SMA arini memutuskan untuk kulia di luar kota sedangkan laras dan lisa memutuskan untuk langsung bekerja dikarenakan mereka berdua dulunya lulusan smk. Mereka bertiga tidak satu sekolahan laras dan lisa satu sekolahan tetapi lisa adalah kakak kelas dari laras dan arini, sedangkan arini ia sekolah di sma 1. setelah berusaha mencari pekerjaan dan melamar ke berbagai tempat merka berdua belum mendapatkan pekerjaan juga tetapi mereka tidak pantang menyerah tetap selalu berusaha dan pada akhirnya lisa dipanggil suatu perusahaan untuk melakukan tes dan ia diterima di perusahaan tersebut, sedangkan laras masih menunggu panggilan dari salah satu perusahaan  tersebut.
Dengan perasaan gembira lisa memberi kabar kepada arini bahwa ia diterima bekerja, laras hanya mengembangkan senyumnya dihadapan lisa walu dalm hatinya berharap bahwa ia bisa diterima bekerja seperti lisa.

Setelah beberapa minggu kemudian laras mendapakan telpon dari suatu perusahaan dan dengan hati yang gembira ia memberi tahu kedua orang tuannya bahwa ia telah diterima bekerja, dengan megucap syukur kedua orang tuannya merasa senang karen putri bungsu mereka telah diterima bekerja. Dan segera ia mengabarkan berita itu kepada lisa.
Keesokan harinya laras berangkat bekerja diantar ayahnya naik motor dengan perasaan gembira ia memulai pekerjannya. Di jam istirahat laras dan lisa saling megirim pesan dikarenakan  setelah bekerja di perusahaan itu mereka jarang bertemu, lisa tinggal di rumah sudaranya yang lebih dekat dengan tempat kerjanya. Dan waktu kebersamaan mereka semakin jarang untuk bertemu ditambah lagi arini yang kulia di luar kota. Akan tetapi persahabatan mereka tetap terjalin dengan baik seperti sebelum-sebelumnya.

Setelah beberapa bulan laras bekerja di perusahaan tersebut ia merasa kalau pekerjannya begitu melelahkan dan ditambah lagi sering kali ia pulang terlambat. Kemudian laras memutuskan untuk risaint bekerja dan sebelum mengambil keputusan itu ia meminta izin kepada kedua orng tuanya dan tak lupa kepada kedua sahabatnya itu arini dan lis, dan mereka bilang itu semua adalah keputusanmu, semua tersera kamu.

Setelah beberapa minggu laras berhenti bekerja lisa menelpon laras dan mengabarkan bahwa ia ingin risaint juga dari pekerjannya karena banyak kejadian di perusahaan di mana ia bekerja. Tetapi sebelum ia memutuskan untuk benar-benar berhenti bekerja ia masih ragu dikarenakan di dekat tempatnya bekerja itu ia mendaptkan teman baru dan hampir setiap malam pulang bekerja ia diantar oleh temannya itu yang bernama febry Sebenarnya bukan cuman adi yang pernah mengantar lisa pulang, ada juga seseorang yang mengantarnya pulang yaitu adi, bahkan perna main ke rumah lisa waktu lebaran .Kedua priya itu bekerja di depan tempat lisa bekerja dan nampaknya mereka sedang mendekati lisa. tetapi keputsan lisa sudah bulat untuk risaint dari pekerjannya tersebut.
Sedangkan arini ia sibuk menyiapkan diri untuk tugas-tugas kulianya. Ia selalu berusaha denga keras supaya mendaptkan nilai yang bagus karena ia tidak ingin membebani kedua orangtuanya, ia masuk ke universitas tersebut dengan biasiswa karena itu ia berusaha keras agar tidak mengecewakan kedua orangtunnya. 

Rasanya waktu begitu cepat berlalu tak terasa yang dulunay mereka hampir setiap harinya bersama dan kini mereka hanya tiga bulan sekali bahakna setahun sekali untuk bisa berkumpul seperti dulu, tapi lama-kelamaan mereka sudah terbiasa dengan hal itu.

Mungkin bagi orang-orang pacaran itu adalah hal yang biasa apa lagi dikalangan remaja seperti mereka, tapi bagi laras, arini, dan lisa itu adalah hal yang mustahil akan terjadi kepada diri mereka, bukan berarti tidak ada yang menyukai mereka atau bahkan yang mereka sukai akan tetapi mereka tidak terlalu memper dulikan hal itu dan bahkan mereka bertiga berjanji jika diantara mereka ada yang mereka sukai atau bahkan sudah pacaran maka mereka akan memberikan sebuah hadiah mungkin bagi sebagian orang itu adalah hal yang sedikit berlebihan tetapi bagi tiga sahabat itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Hingga suatu ketika masa itu tiba dan menghampiri salah satu dari mereka dan mulai berani untuk membuka hatinya dan dia adalh lisa, ya lisa lah yang pertama kali diantara mereka yang mulai merasakan yang namanya pacaran. Tentu saja kedua temannya itu tidak hanya tinggal diam mereka langsung menanyakan hal tersebut kepada lisa, dan lisapun meminta persetujuan dari kedua sahabatnya itu. Mereka memang belum terlalu kenal dengan seseorang yang sedang dekat denagn lisa tetapi mereka yakin bahwa pilihan lisa itu adalah pria yang baik dan benar-benar menyukai lisa.  akan tetapi laras tidak hanya tinggal diam dan langsung mempersetujui hubungan lisa dan diky karena ia takut kalau sahabatnya itu terluka dan disakiti. secara diam-diam ia mencari tahu tentang masa lalu diky tersebut karena ia tida ingin kedua kalinya meliahat sahabatnya tersebut sakit hati. Cukup sekali ia meliahat lisa disakiti oleh pria yang bernama Adi, meskipun mereka belum sempat pacaran dan itu cukup melegakan hati laras dan arini karena bagi mereka jika ada salah satu dari mereka tersakiti oleh seseorang maka akan berhadapan dengan mereka.

Diantara mereka bertiga emang lah lisa yang pertama kali merasakan yang namanya pacaran akan tetapi sebelum itu arini yang cintanya tumbuh seajak ia duduk di bangku smp dan ia hanya memendam perasaan tersebut sangat dalam hingga tidak ingin orang lain tahu bahwa ia sedang menyukai seseorang sejak lama, tetapi ia selalu mengabaikan perasaan yang timbul secara sendirinya ia hanya mengganggap perasaan itu adalah perasaan sebagai seorang teman dan hanya menjadi sebagai pengagum rahasia saja Mungkin bagi arini ia lebih baik menyimpan perasaannya sendiri ketimbang harus mengungkapkanya dengan begitu ia masih bisa berkomunikasi dengan orang tersebut dan itu sudah cukup membuat hatinya bahagia.

Seteah berjalan satu bulan hubungan lisa dan diky, merekapun merayakan hari jadinya atau disebut dengan aniversary yang ke satu bulan di rumah lisa ia datang langsung, dan diky memberi hadiya kepada lisa dan saat itu mereka merayaknnya tidak hanya berdua saja tetapi ditemanni salah satu sahabatnya yaitu laras dan dengan perasaan yang gembira ia melihat bahwa sahabtnya itu telah mendapatkan seseorang yang benar-benar mencintai dirinya dan laras berharap agar lisa dan diky agar tetap selalu menyayangi satu samalainnya.

Ketika itu laras merasa bahwa ia ingin seperti lisa merasakan kebahagian yang dicintai oleh seseorang dan bukan bermaksud ia iri hati kepada lisa dengan apa yang didpatkan lis atersebut, hanya saja ia tidak ingin sama seperti arini yang hanya bisa memendam persaan sendiri, dan suatu ketika seakan-akan tuhan mendengar semua keluhan laras. Begitu banyak pria yang mendekati laras buakan hanya satu atau dua bahkan enam sosok pemuda yang mencoba mendekati laras. Akan tetapi satu persatu ia tolak karena tidak ada yang cocok denagn dirinya, meski begitu masih ada beberapa yang bertahan dan tetap berharap agar laras menerimanya. Sebenarnya sama halnya denag arini laras sudah menaruh hatinya kepada seorang pria yaitu kakak kelsanya waktu sma dan dia sangat mengagumi pria tersebut selain tampan ia juga mahir bermain alat musik dan bernyanyi karena dulunya ia adalah salah satu anggota band di smanya ditambah lagi ia pintar mebuat kue pukis yang sangat disukai laras hampir setiap ia pergi kepasar ia selalu mampir ditempat kue itu bukan hanya sekedar ingin membeli kue pukis tersebut akan tetapi ia ingin meliaht senyuman dari kakak seniornya itu yang bernama Dian. Laras seringkali diolok-oloki oleh arini dan lisa ketika mereka sedang berjalan didepan tempat jualan kak dian, dan denagan senyum-senyum malu ia lewat di depan orang yang iya kagumi.

Tetapi meski ia meyukai kakak kelsanya itu dan kak dianpun baik kepada laras ia sadar bahwa kak dian hanya mengangapnya tak lebih dari seorang adik, dan laraspun menyadari hal itu karena dian telah memilik seseorang yang ia cintai. Meski sangat kesecwa tetapi laras tetap mengagumi dian dan coba untuk tidak memiliki perasaan apapun kepadanya walupun itu sangat sulit baginya.

Mungkin setiap cinta tidak harus terbalas ada juga hanya bisa dipendam dan tak dapat diungkapkan sama seperti yang dirasakan oleh laras dan arini mungkin mereka tak seberuntung lisa yang dicintai oleh orang yang benar-benar mencintainya. Meskipun begitu, tetapi laras dan arini percaya bahwa disuatu hari nanti akan datang seseorang yang tulus dan benar-benar mencintai mereka apa adanya.
Hari minggu mungkin sering dijadikan hari untuk bersantai dan liburan bagi sebagian orang begitu halnya dengan lisa ia menghabiskan hari minggu dengan diky dan mereka tidak hanya berdua saja tetapi juga ditemani anis dan leo, rencananya mereka mau pergi keluar tetapi berhubung hari sudah sore dan tidak ada tujuan merekapun memutuskan untuk makan-makan di rumah lisa. 

Dan dihari minggu itu pula laras memutuskan untuk pergi kerumah widia. Dulu widia dan laras satu sekolah waktu SMA dan mereka cukup dekat, akan tetapi setelah lulus SMA mereka tidak terlalu akrab tapi masih berhubungan baik. Setelah hampir satu tahun mereka tidak bertemu dan terahir mereka bertemu pada saat pengambilan ijaza dan kebetulan waktu itu widia baru saja berulang tahun. Kemudian laras pergi kerumah widia ditemani dina yaitu temannya sekaligus sepupunya.

Sesampai di rumah widia mereka berbincang-bincang dan tak lama kemudain widia menelpon seseorang untuk datang kerumahnya dan ternyata seseorang yang sedang ditelpon oleh widia tersebut adalah arta, dan dina yang tak sabar menunggu langsung mengajak laras pergi dari situ. Padahal jika laras dan dina menunggu lebih sedikit lagi kemungkinan laras dan arta akan bertemu pada saat itu juga namun mereka belum dapat dipertemukan. Kemudian laras dan dina pamit pulang akn tetapi setelah pulang dari rumah widia mereka tidak langsung pamit pulang melainkan pergi ketaman.

Diperjalanan pulang laras dan dina mampir kesuatu temapat dan ternyata dina ingin menemui seseorang yang bernama dio, dio adalah agen penjualan barang online dan dina salah satu membernya waktu itu dina sedang memesan barang, dan ketika dio melirik laras ia langsung tersenyum dan sepertinya dio tertarik kepada laras, kemudian dina menyadari hal itu dan langsung mengajak laras pulang karena dina tahu sifat dio adalah seorang play boy dan ia tak ingin temannya terjebak oleh pria seperti dio itu.

Ke esokan harinya laras mendapat telpon dari pamannya, dan ia memninta tolong kepada laras untuk tinggal di rumahnya sementara waktu dikarenakan ia sedang terkena musibah ayah mertuanya meninggal. Dan ia pergi ke luar kota selama beberapa waktu untuk menghadiri pemakamannya. Kemudia laras meminta lisa dan dina untuk menemaninya tinggal di rumah pamannya tersebut selama beberapa hari, lisa meminta izin kepada ibunya begitu juga dengan dina dan mereka diizinkan untuk menemani laras.

Sesampainya di rumah paman laras, mereka menunggu susan didepan rumah dan ada salah satu tetangga pamannya menyapa mereka, karena bingung melihat mereka membawa tas yang begitu besar dan duduk diteras seperti orang terkena banjir saja, setelah beberapa jam mereka menunggu kunci dari susan, rasa lapar tak bisa ditahan lagi dan akhirnya ide muncul dari dina ia langsung mengambil hp laras dan mengirimkan pesan kepada dio, karena dina tahu kalau dio menyukai laras dan dina memanfaatkan kesempatan itu juga ia meminta dio untuk membelikan mereka makanan dan dio langsung mengiyakan permintaan dina, karena dio menyangka itu adalh permintaan dari laras. Setelah sampai laras bingung kenapa ada dio disitu dan membawa bnayak makanan, tanpa basa-basi dina langsung melahap mkanan yang dibawa dio tadi karena sudah sangat kelaparan.

Setelah menuggu beberapa jam akhirnya susan sampai dan ia langsung membuka pintu rumahnya, ketika mereka membuka pintu dan masuk mereka melihat keadaan rumah yang sangat berantakan dan berserakan dari depan hingga kebelakang seperti kapal pecah. Dan mereka muali membagi tugas dan membereskan semuannya satu persatu, setelah hampir selesai dan hari sudah menjelang sore mereka memutuskan untuk melanjutkan besok pagi. Mereka di sana tidak hanya berempat tetapi ditemani juga oleh kakaknya laras yaitu kak ani, ia sudah bangun pagi-pagi karena mau berangkat bekerja dan juga menyiapkan sarapan untuk mereka. Setelah sarapan dan beres-beres mereka bersantai sambil menonton tv dan bermain hp. Tak lama kemudian lisa menerima telpon dari diky dan ia mengajaknya keluar tetepi lisa lagi malas untuk keluar dan diky memutuskan untuk menemuinya di rumah paman laras dan ia membawakan bakso dan es jagung untuk kedua teman lisa sebagai salam perkenalan. Semakin hari semakin lengket saja antara lisa dan diky. 

Akan tetapi meskipun banyak orang yang menilai hubungan lisa dan diky terlihat baik-biak saja dari luar sebenarnya ada banyak sekali percekcokan yang terjadi antara mereka berdua namun bisa mereka atasi dengan kepala dingin. Mungkin karena mereka belum terlalu mengenal sifat masing-masing dan hubungan merekapun baru satu bulan, jadi wajar kalau mereka masih bisa dihasut oleh orang lain. Namun lisa mendapatkan sesuatu yang ganjil dari diky ketika ia menanyakan seseorang yang pernah dekat dengan dirinya sebelum ia mengenal lisa. diky menjawab semua pertanyaan lisa namun ada seseorang yang tidak ia jelaskan kepada lisa dan ketika lisa bertanya diky langsung saja marah dan tidak ingin membahsnya lagi, tentusaja llisa bingung dengan sikap diky tersebut dan lisapun mulai curiga terhadap diky dan siapa seseorang yang dulu pernah dekat dengan dia sampai-sampai ia sangat marah jika lisa bertanya dan membahas masalh itu dan lisa tidak akan tinggal diam mengenai masalh ini ia akan mencari tahu sendiri. Lisa menceritakan semua keluh kesahnya kepada laras dan laras ia memberi saran kepada lisa agar jangan terlalu membahasa masalh itu dan ia membantu lisa untuk mencari siapa seseorang yang dimaksud lisa. mereka tidak memberi tahu masalh ini kepada arini karena arini sedang menyelesaikan tugas-tugas dan masalah kampusnya, mereka tidak ingin membebani arini dengan masalah tersebut.

Sementar itu melihat dina dan lisa sibuk pacaran sedangkan laras disibukan dengan para pria yang sedang mencoba mendekatinya seperti dio, ali, dan natan. Ketiga pria itu berusaha untuk mnedekati laras namun diantara mereka belum ada yang menarik perhatian laras. Sebenarnya bukan hanya ketiga pria tersebut yang mau mendekati laras tetapi sudah menyerah terlebih dahulu karna sikap laras yang begitu dingin dan cuek. Akan tetapi diselah-selah begitu banyak pria yang mencoba untuk mendekati laras, datanglah seseorang yang tak tahu dari mana asalnya dan dengan maksud ingin berteman.

Laras mungkin orang yang cuek dan tidak terlalu mau ambil pusing dengan maslah orang lain tetapi kalau masalah yang datang menghampiri orang-ornag disekelilingnya apa lagi orang terdekatnya ia tidak akan tinggal diam dan langsung turun tangan untuk menghadapi masalah tersebut seperti yang sedang dialami oleh lisa saat itu, ia langsung turun tangan dan membantu lisa. Pendengar yang setia mungkin itulah sebutan yang cocok untuk laras selain suka membantu teman-temannya ia juga sering sekali mendengar curhatan dari orang-orang bukan cuman ketiga sahabatnya saja tetapi banyak orang yang merasa nyaman ketika sedang berbicara kepasa laras. Selain mendengarkan curhatan dan keluh kesah dari teman-temannya ia juga sering memberikan sedikit masukan kepada orang yang curhat kepadanya. Mungkin itulah yang dirasakan oleh arta rasanyaman. Ia adalah arta seseorang yang hadir tanpa disengaja ia datang dengan maksud menanyakan tentang widia kepada laras karena dulu waktu sma laras dan widia sempat dekat dan satu kelas. Arta adalah orang yang baru kenal dengan laras yang lebih tepatnya arta adalah mantan dari widia yaitu teman laras. 

Suatu ketika arta dan widia sedang dihadapkan dengan masalah hubungan mereka, arta yang mulai bosan dengan sikap kekanak-kanakan wida membuat arta ingin mengakhiri hubungan mereka. Dan arta menanyakan semua tentang masa lalu widia kepada laras, laras hanya memberikan sedikit informasi kepada arta yang ia ketahui saja. Tetapi keesokan harinya arta terus mengirim pesan walau hanya sekedar menyapa bahkan arta ingin menelpon laras karena laras orang yang humoris dan mudah berbaur dengan ornag baru maka arta penasaran dengan sesosok laras tersebut.

Akan tetapi ada pria yang lebih dulu mendekati laras dan sudah melangkah lebih sedikit dari pria-pria lain yaitu natan,  mungkin ia sedikit beruntung dari semua pria yang pernah dekat dengan laras tetapi gagal dan ia mulai memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya kepada laras sebelum terlambat. Dan iapun pergi ke rumah laras untuk menemuinya dan mengungkapkan semua perasaannya kepada laras. Sesampainya natan dan abi temannya di rumah laras, dengan persaan gugup dan gemetar ia menemui laras dan saat ia menatap wajah laras seakan-akan ia tak bisa mengungkapkan satu katapun. Tetapi ia coba menenangkan diri dan menghilangkan rasa grogi itu tapi rasa gugup dan di campur dekdegan itu lebih besar ketimbang rasa keberaniannya untuk mengungkapkan perasaannya kepada laras, dan setelah menunggu beberapa jam kemudian natan belum juga mengungkapkan perasaannya dan semakin ia diolok-oloki oleh lisa dan anis, dan akhirnya nyali natan tak cukup besar untuk menyatakan perasaanny kepada laras dan waktu itu entah apa yang ada dipikiran natan ia langsung keluar dan pamit pulang tanpa mengluarkan kata-kata apapun dan dengan terheran-heran kedua teman laras melihat kepergian natan secara tiba-tiba, dan setelah kejadian itu sudah jarang menghubungi laras.

Sebenarnya laras tidak menyukai natan hanya saja ia ingin tahu lebih dalam kepribadian dari nantan, lagi pula ia sebelum mengambil langkah tersebut ia sudah menceritakan hal tersebut kepada arini, dan arini menyarankan kepada laras untuk tidak teralu memberikan harapan kepada natan, lagi pula natan masih duduk dibangku sma sedangkan laras sudah tamat sma meskipun usia mereka seumuran tetapi sifat nantan masih kekanak-kanakan belum terlalu dewasa dan belum bisa mengambil keputusan yang biajak apa lagi untuk membimbing laras. Maka dari itu laras memikirkan keputusannya tersebut dan untungnya natan tidak mengungkapkan perasaannya di depan laras dan teman-temannya, sebenarnya laras sengaja mengajak teman-temannya kerumahnya supaya nantan sedikit canggung untuk menyatakan perasaannya di depan banyak orang. Tetapi kalau ia memang benar-benar menyukai laras ia pasti akan berani mengungkapkan perasaannya di depan banyak orang dan di depan umum sekalipun, setidaknya itu adalah salah satu bukti bahwa ia benar-benar menyukai laras kalau memanag ia laki-laki sejati. 

Berbeda dengan laras yang disibukan dengan banyaknya pria yang mendekatinya, arini juga disibukan tetapi bukan masalah pria melaikan dengan masalah tugas dan kuliahnya sangking cintannya ia dengan pelajaran fisika sampai-sampai ia lupa waktu karena belajar,  ditambah lagi ia mengikuti sebuah organisasi yang banyak menguras tenaga dan fisik seperti latihan militer. Arini emang beda dari kedua sahabatnya itu ia lebih fokus menata kariri dan masa depannya dan diselah-selah kesibukannya itu ada seseorang yang hadir untuk membantu dan menyemangati arini ia adalah dimas, dimas adalah pria yang mencoba untuk mendekati arini ia sudah lama mengagumi arini sejak mereka pertama kali masuk ke organisasi tersebut dan waktu itu mereka sedang melakukan pelatiahan dan tak sengaja mereka satu tim. Dan dimas banyak membantu arini pada saat pelatihan, ia menyuaki sikap arini yang ramah, sopan, dan tegas. Diams terus berusaha untuk mendekati arini dan meluluhkan hatinya, akan tetapi meskipun arini menyukai keberadaan dimas dan bantuannya ia tak lebih menggangapnya sebagai teman satu tim, dan arini lebih mengagumi sesosok pelatihnya itu yang bernama Danu, ia lebih menyukai pelatihnya itu ketimbang dimas walaupu dimas sudah banyak membantu arini, meskipun begitu ia tahu kalau ia hanyalah sebatas pengagum dan adik dimata danu.

Tidak hanya sampai di situ saja dimas yang pantang menyerahpun berusaha untuk meyakinkan hati arini, dan ia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya kepada arini. Keseokan harinya dimas telah membuat rencana untuk dapat bertemu dengan arini dan mengungkapkan isi hatinya tersebut, ia melibatkan ami teman satu asrama dengan arini yang lebih dekat dari yang lain di asrama itu, dan amipun membantu dimas untuk membujuk arini agar mau datang ke suatu tempat yang telah disipakan oleh dimas. Mungkin keberuntungan belum berpihak pada dimas ketika arini dan ami menuju suatu tempat yang dimaksud dimas tersebut,ketika mereka sampai di ruangan tersebut arini bingung apa yang sebenarnya ingin ami katakan kepadanya dan ami menyuruh arini untuk tetap menunggu sampai dimas datang, ketika dimas sampai diruangan itu dan arini langsung terkejut dengan keberadaan dimas disitu ia bingung sebenarnya apa yang terjadi, dan dengan semangat dimas mengumpulkan keberaniannya dan berusaha untuk menyatakn persaanya kepada arini dan tiba-tiba arini mendpat pesan bahwa ia sedang ada kelas dan ia langsung bergegas keluar meninggalkan dimas sendirian diruangan itu.
Dengan perasaan kecewa karena hampir sedikit lagi ia menyatakan perasaannya kepada arini namun gagal seketika, dan ia merasa sedih dan gelisah. Pada malam harinya ia mencoba untuk menghubungi arini dan dengan maksud menjelaskan tujuannya, tetapi arini bulum membalas pesan dari dimas karena ia masih ada tugas, dan setelah beberapa hari kemudian ada pesan yang masuk dari ponsel dimas, dan ternyata itu adalah pesan dari seseorang yang sedang ditunggu oleh dimas yaitu arini. Arini tidak mengerti apa yang dimaksud dimas dalam pesannya itu, dan dimas menyatakan seluruh perasaannya kepada arini lewat pesan, dan arini terkejut karena ia menganggap dimas hanya teman saja dan tidak lebih, meskipun arini merasa nyaman dan senang bersama dimas karena ia banyak membantunya keika ia sedang pelatihan organisasi waktu itu. Akan tetapi dimas yang sudah terlanjur mencintai arini dan ia berusaha sekali lagi untuk meyakinkan arini supaya ia bisa menerima cintanya, namun tidak semudah itu untuk menaklukan hati arini, arini sudah menanamkan tekad sejak dulu bahwa ia tidak ingin berpacaran sebelum ia menyelesaikan kulianya dan berkerja, iapun memberikan pilihan kepada dimas yaitu bersama tapi hanya sebagai teman atau berkomitmen sampai ia selesai dengan masalah kulia dan pekerjaanya. Tetapi dimas yang butuh kepastian dan tidak ingin menunggu terlalu lama ia merasa hancur dan menyerah begitu saja, dan sejak saat itu ia sudah tidak lagi menghubungi arini.

Nasip percintaan antara arini dan laras mungkin tidak terlalu jauh berbeda mereka sama-sama dikejar oleh orang-orang yang tidak mereka sukai sedangkan orang yang mereka sukai terlalu jauh untuk dikejar. 

Kecurigaan lisa terhadap diky mulai terungkap ia mengetahui siapa orang yang pernah dekat dengan diky, perempuan itu adalah rosa ia mantan kekaksih diky dan dulu mereka hampir tiga tahun pacaran tetapi hubungan mereka kandas ditengah jalan dikarenakn rosa pergi meninggalkan diky ke luar kota ia pergi dengan alasan mencari pekerjaan di luar kota dan hubungan merekapun putus karena mereka jarang berkomunikasi, dan lisapun langsung memberikan informasi itu kepada laras. Laras yang tak sabar segera mencari akun facebook rosa dan ia melihat semua photo rosa bersama dengan diky, bukan hanya di akun facebook rosa saja tetapi ada juga di akun facebook diky yang lama. Lisa langsung down melihat semua itu, laras langsung menenangkan lisa dan tidak membahas masalah itu lagi sementara waktu sampai suasana hati lisa membaik.

Lisa tidak langsung mengatakan semua apa yang telah ia ketahui tentang diky dan rosa ia hanya berpikir positif dan tidak ingin membahasnya lagi karena ia menganggap itu adalh masalalunya diky dan tak perlu untuk dibahas lagi. Sejak saat itu lisa tidak lagi mengungkit-ungkit dan mencari tahu tentang rosa dan masalalu diky, karena itu akan membuat hatinya sakit. Begitu juga dengan teman-temannya mereka tidak lagi membicarakan dan menanyakan hal itu.

Hampir setiap hari arta mengirimkan pesan kepada laras, dan laraspun menanggapi pesan-pesan dari arta, dan sampai akhirnya laras mengetahui bahwa arta mengidap suatu penyakit yang cukup serius yaitu penyakit avm (kelainan rangkaia sirkulasi darah normal). Penyakit ini sedikit membahayakan bagi penderitannya ia bagaikan bom waktu yang bisa meledak kapan saja, avm ini adalah penyakit yang mempengaruhi sistem kerja pada otak dan syaraf misalnya mulai melemahnya syaraf otot, penglihatan kabur, pendengaran sedikit terganggu, dan panas dibagian kepala.  Penyakit ini sudah ada sejak bayi maish janin, atau didapatkan berdasarkan paktor keturunan. Biasanya para pengidap avm ini tidak merasakan gejala apapun tetapi ketika ia beranjak dewasa dan berumur sekitr 19 thn ia akan mulai merasakan perbedaan pada tubuhnya. Tetapi arta sedikit beruntung diantara orang-orang yang terkena penyakit avm ini, tidak sedikit orang yang  mengidap penyakit ini meninggal duni. Laras yang tak tahu akan keadaan arta yang sebenarnya langsung meminta penjelaskan kepada arta soal penyakit yang dideritanya itu, namun arta belum mahu menceritakan kondisinya itu kepada laras. Setelah ia mengenal dan menilai bahwa laras adalh seseorang yang dapat dipercaya lagi pula laras juga sering memberikan candaan kepada arta, jadi arta berpikir bahwa laras bisa membantunya untuk jadi teman curhatnya, baik tentang masalahnya dengan widia maupun tentang kondisinya itu.

Karena laras tidak tegaan dan mudah kasihan kepada orang lain, hatinya langsung terenyuh setelah mendengar cerita arta ia langsung meneteskan air mata. Arta menceritakan bagimana ia dulu melawan masa-masa komanya dan ia harus berjuang ketika ia tidak bisa berjalan, berbicara selama beberapa bulan, dan ia berjuang tanpa ditemani kedua orang tuannya ia adalah anak perantauwan yang pergi keluar kota untuk mencari pekerjaan, dan ketika arta telah mendapatkan pekrjaan dengan gaji yang cukup besar namun tuhan berkata lain ia diberi cobaan dengan penyakit ''AVM'' yang ada di otaknya tersebut. Ia menceritakan semua itu kepada laras dan ia menyesali atas segal perbuatannya karena telah menghambur-hanburkan uang, berpoya-poya sewaktu ia masih bekerja di sebuah perusahaan sebelumnya, dan arta menyesali bahwa iya dulu perna mepermainkan banyak permpuan dan ia menyadari hal itu ketika ia diberikan cobaan oleh allah dengan penyakit yang dideritanya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

"RAGU"

Kau bertanya dengan rasa ragu Seberapa besar cintaku padamu ? Akan selalu kujawab semua keraguanmu Kan kubuktikan semuanya padamu Tak perlu kau ragu lagi Cukup jalani dan rasakan Cukup kau disampingku Sempurnakan langkahku Tuk menyusuri waktu Cukup kau disampingku berjalan bersamaku Pasti kau Kan bahagia Kau bertanya

SECANGKIR KOPI

''SECANGKIR KOPI'' Hidup ini seperti secangkir kopi... dimana pahit dan manis bertemu dalam kehangatan dan kopi mengajarkan kita tak selamanya yang hitam itu selalu kotor dan yang pahit itu tak selalu menyedihkan secangkir kopi hitam penuh banyak makna... yang mengingatkanku bahwa semanis apapun hidup, rasa pahit akan selalu ada Hidup itu seperti secangkir kopi.... kamu perlu tambahin gula, untuk membuatnya menjadi manis Jadilah seperti kopi... yang tetap dicintai, tanpa menyembunyika pahitnya diri.

AUDREY

"Setelah hujan pasti ada pelangi" Hey kamu Iya kamu Seseorang, yang sedang berbaring diatas tempat tidur karna lukanya Dapat salam dari saya semoga cepat sembuh katanya Sabaryaa Aku tahu kamu sakit, Aku tahu kamu sedang diberi musibah Tapi tenang aja sakit dan perih itu hanya sebentar kok Allah maha melihat lagi maha menyembuhkan Allah bakal ganti rasa sakit itu menjadi sebuah kebahagiaan Jangan benci orang yang memberi luka itu Do'ain dia agar dia sadar Bahwa perlakuan itu salah Jangan lupa senyum hari ini Bye!